PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT

https://youtu.be/T33_rOP8g3M 


                                                                PERCOBAAN 1

I. JUDUL                   :  PEMBUATAN SENYAWA ORGANIK ASAM PIKRAT

II. HARI/TANGGAL  :

III.TUJUAN                :  

Adapun tujuan dari praktikum Ini ,

1.Untuk mengetahui dan  memahami salah satu reaksi subtitusi elekrofilik pada senyawa aromatic.

2.Untuk mengetahui dan memahami sifat kearmatikan dari senyawa aromatic yang tersubtitusi.


IV. LANDASAN TEORI

      Senyawa aromatic adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat-sifat yang mirip dengansifat-sifat kimia dan benzene.Senyawa hidroakrbon aromatic bila mengalami reaksi,maka reaksi yang akan dijalaninya cenderunng merupakan reaksi subtitusi elektrofilik.Asam pikrat(2,4,6-trinitrofenol) merupakan adalah suatu turunan dari fenol.Reaksi pembentukan asam pikrat dari fenol tidak dapat diperoleh secara langsunng dari asam nitrat dengan fenol karena fenolterlalu sensitive terhadap reaksi oksidasi.Untuk memperoleh hasil baik,makadalam prosesnya fenol harus terlebih dahulu disulfonasi untuk pembentukan asam 2,4-disulfonat dan kemudian ditambahkan asam nitrat untuk reaksi campuran.Gugus asam sulfonat dapat melinduungi fenol dan oksidasi dari asam nitrat dan baru kemudian gugus-gugus asam tersebutakan pelan-pelan digantikan oleh gugus nitro.Hasil yang mungkin diperoleh melalui praktikum dilaboratorium sekitar 65%-70% ( Harizon,2011).

     Senyawa aromatic adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat-sifat yang mirip dengan sifat-sifat kimia dari benzene.Senyawa Hidrokarbon aromatic bila mengalami reaksi,maka reaksi yang akan dijalaninya cenderung merupakan reaksi subtitusi elektrofilik.

     Benzena yang merupakan salah satu senyawa aromatic yang memiliki rumus Molekul C6H6 dapat mengalami reaksi subtitusi,antara lain reaksi nitrasi menghasilkan nitrobenzene,reaksi sulfonasi dan Halogenasi yang masing-masing menghasilkan asam benzesulfonat dan seperti bromobenzena (Penuntun Praktikum KIMOR 2020).

     Fenol mempunyai sifat keasaman yang lebih besar dari pada air dan Alkohol.Data yang didapat menunjukan keasaman fenol kira-kira satu juta kali lebih asam dan pada alcohol.Kenyataanya.beberapa senyawa fenol bahkan mempunyai keasaman lebih bessar dari pada asam Karbokksilat.Fenol Bersifat lebih asam dari alcohol karena anion fenoksi distabilkan oleh adanya resonansi.Delokalisasi Muatan negative pada orto dan para suatu cincin aromatic menaikan kestabilan ion fenoksi relative terhadap fenol yang tidak terdisosiasi akibatnya Go Fenoksi lebih rendah (Riswiyanto,2009). 

     Metode penentuan kreatinin yang palin banyak digunakan adalah dengan reaksi jaffe.Reaksi Jaffe adalah reaksi antara kreatinin dan asam pikrat pada suasana basa untuk membentuk senyawa berwarna oranye-merah.Untuk membuat suasana basa biasanya digunakan natrium hidroksida.reaksi Jaffe pernah diaplikasikan oleh istanti dan wulandari dalam penentuan keratin menguakan sequential injection analysis (SIA) untuk mengatasi kelemahan Metode Batch.Pada kedua penelitian tersebut reagen yang berupa asam pikrat dan NAOH direaksikan terlebih dahulubmembentuka reagent Na-Pikrat.Dalam waktu yang lama,Pencampuran ini dapat mempercepat perusakan reagen sehinga reagen harus sering diganti baru.Hal ini akan Meningkatkan pengunaan jumlah reagen yang mempengaruhi tingkat kefektifan dan keefesienan dalam analisis (Rinda,2015)

     Dari Jurnal yang dikutip,beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis sianida yang melibatkan penggunaan instrument.Contohnya analisis sianida dengan spectrometer berdasarkan pembentukan warna dengan menggunakan asam pikrat,fenolflatein,reagen klorin-o-tolidin dan asam barbiburat-piridin dimana analisis sianida dengan pengukuran radioaktifitas dari isotope sianida tertentu (Pitoi,2015).

V. ALAT DAN BAHAN

5.1 ALAT

Labu dasar datar 1 liter

Corong Buchner

Corong 7 cm

Balok kayu 10 x 10 x 3 cm2

Gelas piala 200 ml

5.2  BAHAN

8 Gram fenol

10 ml sulfat pekat

30 ml asam nitrat pekat


VI. PROSEDUR KERJA

Dilarutkan 8 gr fenol kedalam labu dasar datar berukuran 1 liter

Ditambhakan  10 ml asam sulfat pekat  dikocok hingga timbul panas

Panaskan labu ini diatas penangas air selama 30 menit

Dinginan labu didalam air es

Letakan labu datar ini diatas balok kayu dalam lemari es

Ditambakan 30 ml asam nitrat pekat kemudian dikocok beberapa menit

Didiamkan campuran tersebut (Jangan diganggu) (Biasanya segera terjadi reaksi dan uap coklat yang akan keluar dari dalam labu

Dipanaskan campuran didalam labu tersebut ke penangas air selama kurang lebih 1,5 jam (Sambil dikocok)

Bila pemanasan telah sempurna,maka ditambahkan 100 ml air kemudian didinginkan labu tersebut kedalam air Es

Pada corong butcher,saring Kristal tersebut yang terbentuk 

Diambilkan air untuk mencuci hasil tersebut agar terhilang asam-asam anorganiknya

Diambil 90 ml asam etanol dan air guna untuk mengkristalkan kembali asam pikrat dengan perbandingan (1 : 2).

Diuapkan 

Didinginkan untuk mendapatkan Kristal asam pikrat yang bewarna

Diperiksa titik lelehnya

hasil.

Permasalahan

1. Apa yang terjadi jika tidak dilakukan penambahan asam sulfat pekat pada pembuatan asam pikrat?

2. Diketahui senyawa aromatik merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat mirip dengan benzene. Jadi mengapa senyawa hidrokarbon aromatik apabila mengalami reaksi cenderung ke reaksi substitusi elektrofilik ?

3. Pada saat percobaan penambahan 30 ml asam nitrat akan menghasilkan reaksi berupa uap coklat yang keluar dari dalam labu, nah bagaimana jika 30 ml asam nitrat tersebut di ganti dengan 25 ml. Apakah akan menghasilkan reaksi yang sama dg penambahan 30 ml asam nitrat ?

Komentar

  1. Baiklah, saya Thifani Aulia Putri Pane NIM A1C118009 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1. Apabila dalam pembuatan senyawa asam pikrat ini tidak ditambahkan asam sulfat, maka gugus fenol tidak terlindungi dengan baik sehingga fenol mudah mengalami reaksi oksidasi. Terimakasih

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Baiklah, saya Mashita NIM A1C118083 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2 , karena benzena merupakan senyawa aromatik yang memiliki rumus molekul C6H6. Benzena juga dapat mengalami reaksi substitusi, yaitu seperti reaksi nitrasi yang menghasilkan nitrobenzene, reaksi sulfonasi dan halogenasi yang masing-masing menghasilkan asam benzensulfonat dan seperti bromobenzena. Terimakasih.

    BalasHapus
  4. Baiklah, Saya Erik Surya Kurniawan NIM A1C118027 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3.
    Jika asam nitrat yang ditambahkan hanya 25 ml reaksi akan tetap terjadi hanya saja akan mempengaruhi hasil reaksi, dimana asap yang akan timbul akan lebih sedikit dan juga kristal asam pikrat yang dihasilkan akan berkurang. Hal ini karena fungsi asam nitrat dalam percobaan ini ialah sebagai penyedia gugus NO3.

    BalasHapus

Posting Komentar